Sunday, 31 January 2016

KEPOIN VEKTOR - FISIKA


Assalamualaikum wr wb… hai guys.. nah, ini kali pertamanya gue ngepost di blog ini ditahun 2016… cukkaeee… Kali ini, gue ngepost tentang vector, salah satu ilmu di mata pelajaran FISIKA. Fisika adalah mata pelajaran yang paling gue suka. Sampai-sampai gue diberi gelar manusia vector sama si abdul, teman sma gue. Kepanjangan ya pembukanya? Langsung aja deh, baca dibawah ini, semoga bermanfaat!!!!!! Happy reading!!!


Vektor
1.   Definisi
Besaran fisika dapat dikelompokkan menjadi besaran scalar dan besaran vector. Besaran seperti suhu, massa, panjang, kelajuan dan waku merupakan besaran scalar karena ahnya mempunyai nilainya saja. Besaran seperti kecepatan, perpindahan, dan percepatan merupakan besaran vector karena memiliki nilai dan arah.
Untuk menggambarkan vektor digunakan garis berarah yang bertitik pangkal. Panjang garis sebagai nilai vektor dah anak panah menunjukkan arahnya. Simbol vektor menggunakan huruf kapital yang dicetak tebal  (bold)  atau miring dengan tanda panah di atasnya seperti


2.   Menggambar Vektor
Description: D:\fisika\Penjelasan tentang Vektor _ Rumus Fisika - Rumus Fisika_files\Penjelasan-tentang-Vektor.pngVektor pada bidang datar mempunyai 2 komponen yaitu pada sumbu x dan sumbu y. Khusus untuk vektor yang segaris dengan sumbu x atau y berarti hanya mempunyai 1 komponen. Komponen vektor adalah vektor yang bekerja menuyusun suatu vektor hasil (resultan vektor). Oleh karenanya vektor bisa dipindahkan titik pangkalnya asalkan tidak berubah besar dan arahnya.
Secara matematis vektor dapat dituliskan A = Ax+Ay dimana A adalah resultan dari komponen-komponenya berupa Ax dan Ay



3.   Penjumlahan Vektor (Analisis)
Inti dari operasi penjumlahan vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponen-komponennya adalah jumlah dari kedua komponen-komponen vektor pembentuknya atau secara sederhana berarti mencari resultan dari 2 vektor.
·        Untuk vektor segaris/ searah
Resultan vektor yang arahnya sama dihitung dengan menjumlahkan besar dari kedua vektor yang digabungkan.


 




R  = V1  +  V2

·        Untuk Vektor  berlawanan arah
Resultan vektor yang arahnya berlawanan dihitung dengan mengurangkan besar dari kedua vektor yang digabungkan (dihitung selisihnya).








 




     R  = V1  -  V2


·         Untuk penjumlahan vektor yang tidak segaris
misalnya seperti gambar di bawah ini
Description: soal vektor 1Description: persamaan rumus penjumlahan vektor

Menurut aturan cosinus dalam segitiga,
(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2(OP)(PR) cos (180o – α)
(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2(OP)(PR) cos (-cos α)
(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2(OP)(PR) cos α
Jika OP = A, PR = B, dan Resultan ‘R’ = OR
Description: R2 = A2 + B2 - 2AB cos αmaka didapat persamaan
R2 = A2 + B2 – 2AB cos α
Rumus menghitung resultan vektornya


Contoh Soal :
Vektor Fa dan Fb berturut-turut 30 N dan 50 N. Berapa resultan kedua vektor tersebut jika :
a.       kedua vektor searah !
b.       kedua vektor berlawanan arah !
c.       kedua vektor saling mengapit sudut 60° !


Diketahui :               Fa = 30 N
                                    Fb = 50 N
Ditanyakan :            a) R = ................. ? (searah)
                                    b) R = ................. ? (berlawanan arah)
                                    c) R = ................. ?  α = 60°
    a)    R = Fa  +  Fb                                  
R = 30  +  50                                    
R =  80 N         

b)   R = Fa  -  Fb
R = 30  -  50          
R = - 20 N
(tanda – menyatakan arah R sama dengan Fb)
                                                                                              










4.   Penjumlahan Vektor (Grafis)
1.  Metode Poligon
Penggabungan vektor secara poligon dilakukan dengan cara menggambar vektor-vektor yang digabungkan tersebut secara berurutan (diteruskan). Kemudian Vektor resultannya (R) digambar dengan menghubungkan titik awal sampai akhir.


 








2.  Metode Jajargenjang

Penggabungan vektor secara jajaran genjang dibuat dengan cara menggambar vektor-vektor yang akan digabungkan dari titik awal yang sama, kemudian buatlah garis sejajar vektor tadi (garis putus-putus) dari kedua ujung vektor yang digabungkan sehingga diperoleh titik potongnya. Terakhir gambarlah Vektor Resultannya dengan menghubungkan titik awal ke titik potong. (seperti pda gambar)

5.   Perkalian Vektor

·        Hasil kali titik dua buah vector / dot product
Dua buah vektor yang dioperasikan dengandot product menghasilkan sebuah skalar


 





·         Hasil kali silang dua buah vector / Cross product
vektor  a  dan vek-tor b satu titik tangkap dan saling mengapit sudut α,
maka  cross product dari vektor a
dan vektor b dapat dinyatakan dengan             
vektor c dengan persamaan c = a . b . sin  α

0 comments:

Post a Comment