Sunday, 31 January 2016

UNSUR KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI


Hai reader!! dirumah ada tugas sekolah yang menumpuk dan minta diselesainkan?? dan  UNSUR KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI adalah salah satu tugasnya? yah, sama dong kitanya. aku juga. nah, jangan khawatir. tasya marliani yang baik hati akan mengepost apa yang readers tersayang butuhkan. oke, happy copas. jangan cuma copas ya reader, baca juga ya..  HAPPY READING!!!



UNSUR KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
1.       Rujukan kata
Rujukan kata adalah satu kata merujuk pada kata lain yang memperlihatkan keterkaitan,rujukan behubungan dengan kata ganti(orang,kepunyaan,penunjuk)
Dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
a.       Benda/hal:ini,tersebut
Contoh:di negara ini terdapat tumbuhan
b.      Tempat:disini,disitu,disana
Contoh:jakarta mengalami banjir,dikota ini banyak rumah yang terendam banjir.
c.       Rujukan personil:dia,ia,mereka,beliau
Contoh:dia selau membuang sampah pada tempatnya

2.       Kelompok kata(frasa)
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat non predikatif,jenis frasa  adalah
·         Frasa nominal:frasa yang unsur pembentuknya berinti kata benda,contoh:buku,lemari ddl
·         Frasa verbal    :unsur pembentuknya berinti kata kerja,contoh:sedang belajar,tidak mandi
·         Frasa ajektiva :unsur pembentuknya berinti kata sifat,contoh:pintar,cantik,hitam,manis
·         Frasa preposisional:unsur pembentuknya berinti menggunakan kata depan,contoh:dirumah,kepantai.

3.       Kata imbuhan
Kata imbuhan adalah kata mendasar mendapat awalan(perfiks),akhiran(serfiks),sisispan(infiks)
Contoh:lingkungan hidup yang terpelihara  dapat menyelamatkan habitat manusia.

4.       Kata hubung(konjungsi)
Kata hubung adalah kata tugas  untuk menghubungkan klausa atau lebih
Ø  Konjungsi intra kalimat
a)      Konjungsi koordinatif:menghubungkan antara dua klausa atau beberapa klausa lain tetapi tetapi memiliki sintaksis yang sma yaitu:dan,tetapi,atau,melainkan,sedangkan,lalu,kemudian,padahal
b)      Konjungsi subordinatif:menghubungkan antara dua klausa atau beberapa klausa lain tetapi memiliki sintaksis yang tidak sama yaitu:ketika.jika,seandainya,agar,walaupun,seolah-olah,sebab,sampai-sampai,bahwa.
c)       Konjungsi korelatif:menghubungkan dua kata frasa atau klausa yang memiliki sintaksis yang sama,macam-macamnya:
·         Baik..maupun...
·         Tidak hanya..tetapi juga
·         Bukan hanya...melainkan juga
·         Demikian...sehingga
·         Sedemikian rupa...sehingga
·         Apa(kah)...atau..
·         Entah...entah...
·         Jangankan..pun...

Ø  Konjungsi antarkalimat
Konjungsi antar kalimat untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain
·         Biarpun demikian/begitu,sekalipun demikian/begitu,sungguhpun demikian/begitu,walaupun demikian/begitu,meskipun demikian/begitu(untuk melakukan sesuatu)
·         Kemudian,setelah itu,sesudah itu,selanjutnya,tambahan pula,lagi pula,selain itu(untuk hal yang dinyatakan sebelumnya)
·         Sebaliknya
·         Sesungguhnya,bahwasannya
·         Malahan,bahwa
·         Akan tetapi,namun,kecuali itu
·         Dengan demikian
·         Oleh karena itu,oleh sebab itu
·         Sebelum itu.

Ø  Konjungsi antar paragraf
·         Adapun,akanhal

5.       Kata baku dan tidak baku
Ø  Kata baku:kata yang menjadi standar dalamk penggunaan bahasa indonesia sebagai bahasa internasional yang terdapat di KBBI.
Ø  Kata tidak baku:kebalikan dari pengertian di atas
Contoh:kreatif-kreatip,tidak-enggak,aktif-aktip

6.       Sinonom antonim
Sinonim:persamaan kata
Antonim:lawan kata
Contoh:paus gigi memiliki gigi berbentuk kerucut yang tajam(tajam><tumpul)

7.       Gaya bahasa/majas
Gaya bahasa mempunyai makna konotasi
v  Personifikasi:menggambarkan benda mati yang memiliki sifat seperti manusia
Contoh:nyiur melambai-lambai di tepi pantai.
v  Metafora:majas yang membandingkan satu benda dengan benda lain karena mamiliki sifat yang sama,contoh:kepalamu keras bagaikan batu.
v  Metonimia:majas yang menggantikan nama suatu benda dengan merek dagangan
Contoh:ibu pergi ke Jakarta dengan garuda.
v  Hiperbola:yang menyatakan sesuatu secara berlebihan,contoh:keringatnya menganak sungai
v  Litotes:menyatakan sesuatu dengan memperhalus keadaan,contoh,singgalah digubuk saya ini.
v  Ironi:menyatakan makna yang berlawanan,contoh:sebaiknya motormu dimuseumkan saja.
v  Antomasia:menyebutkan seseorang berdasarkan ciri khusus,contoh:si gendut.

8.       Kalimat deskripsi
Kalimat deskripsi adalah kalimat yang berisi gambaran sifat-sifat benda,contoh:kecil,rendah,manis,pahit,dll.

1 comments:

Post a Comment