Monday, 18 July 2016

PENGERTIAN, STRUKTUR DAN UNSUR KEBAHASAAN CERPEN



Assalamualaikum wr wb. Hai guys? Sekolah udah mulai ciee, dan yang pasti uang jajan kembali bersemi. *Azeek. Oia, saya dikasih tugas sama guru tercinta nih, yaitu tentang PENGERTIAN, STRUKTUR DAN UNSUR KEBAHASAAN CERPEN. Yah, langsung aja ya, check it out!



CERPEN
*  PENGERTIAN
Ø  Cerpen singkatan cerita pendek:
Ø  Selesai dalam sekali baca
Ø  Biasanya antara 1500 - 3000 kata (6-10 halaman)
Ø  Hanya berisi satu tema dan satu konflik
Ø  Bercerita tentang sepenggal peristiwa dalam kehidupan tokoh.

*  STRUKTUR CERPEN
Ø  Abstrak
·         Abstrak merupakan ringkasan atau inti cerita.
·         Abstrak pada sebuah teks cerita pendek bersifat opsional , artinya sebuah teks cerpen bisa saja tidak melalui tahapan ini
Ø  Orientasi
·         Orientasi merupakan struktur yang berisi pengenalan latar cerita
·         berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen.
·         Latar digunakan pengarang untuk menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca. Dengan kata lain, latar merupakan sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis.
Ø  Komplikasi
·         Komplikasi berisi urutan kejadian, dimana antar kejadian hanya dihubungkan secara sebab akibat, artinya peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain.
·         Pada tahapan komplikasi ini akan didapati:
o   karakter atau watak pelaku cerita yang diekspresikan dalam ucapan dan tindakan tokoh.
o   berbagai kerumitan (konflik) yang akan mengarah pada klimaks, yaitu saat sebuah konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi.
o   Klimaks ini merupakan keadaan yang mempertemukan berbagai konflik dan menentukan bagaimana konflik tersebut diselesaikan dalam sebuah cerita.
Ø  Evaluasi
Pada tahapan evaluasi konflik yang terjadidiarahkanpada pemecahannya sehingga mulai tampak penyelesaiannya.
Ø  Resolusi
Resolusi merupakan tahapan yang mengungkapkan solusi dari berbagai konflik yang dialami tokoh.
Ø  Koda/Reorientasi
Koda merupakan bagian teks cerpen yang berisi nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks. Koda juga biasa disebut reorientasi . Sama halnya dengan tahapan abstrak, koda ini bersifat opsional.

*  UNSUR KEBAHASAAN CERPEN

Ø  Majas
Majas atau gaya bahasa adalah cara pengarang atau seseorang yangmempergunakan bahasa sebagai alat mengekspresikan perasaan dan buah pikiran yang terpendam di dalam  jiwanya.
Beberapa majas yang sering digunakan:
a.       Majas Litotes: pengungkapan yang bertujuan merendahkan diri.
Contoh: Mampirlah ke gubuk kami (Padahal rumahnya besar dan mewah )
b.      Majas Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan.
Contoh: Kita berjuang sampai titik darah penghabisan
c.       Majas Personifikasi: mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup
Contoh: Hujan itu menari-nari di atas genting
d.      Majas Simile : pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, ” umpama”, “ibarat”,”bak”, bagai”.
Contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
e.       Majas Metafora:  pengungkapan yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.
Contoh: cuaca mendung karena sang raja siang enggan menampakkan diri.

Ø  Ungkapan/Idiom
·         kecil hati = penakut
·         besar hati = (-) sombong, (+) bangga
·         berat hati = kurang suka melakukan sesuatu pekerjaa/terpaksa
·         lapang hati = sabar
·         tinggi hati = sombong; congkak
·         setengah hati = terpaksa/enggan
·         jatuh hati = menjadi cinta
·         perang dingin = perang tanpa senjata
·         uang panas = uang tidak halal
·         kambing hitam = orang yang disalahkan
·         kuda hitam = pemenang yang tidak diunggulkan
·         sebatang kara = sendirian
·         naik daun = terkenal/populer
·         berbadan dua = hamil
·         pertemuan empat mata = pertemuan dua orang
·         kaki lima = emperan/pingggir jalan, depan rumah orang

Ø  Peribahasa
1.      Menang jadi arang, kalah jadi abu. Kalah ataupun menang sama-sama menderita.
2.      Bagaikan abu di atas tanggul. Orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.
3.      Ada padang ada belalang, ada air ada pula ikan. Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.
4.      Adat pasang turun naik. Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.
5.      Air beriak tanda tak dalam. Orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.

Ø  Aspek kebahasaan yang membangun teks cerpen meliputi:

a.      Kosakata,
Pemilihan diksi yang benar dan sesuai menjadi penting sebagai tolak ukur kualitas cerpen yang dihasilkan, serta menambah keserasian antara bahasa dan kosakata yang dipakai dengan pokok isi cerpen yang ingin disampaikan kepada pembaca.
b.      Gaya bahasa,
Aspek ini berfungsi untuk meningkatkan efek makna dengan jalan memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal lain tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Penggunaan gaya bahasa ini akan menimbulkan makna konotasi. Contoh : pucuk langit, memanggang bus, membajing loncat.
c.       Kalimat deskriptif yang menggambarkan suasana dalam cerita.
Salah satu ciri linguistik yang membangun teks cerita pendek adalah penggunaan kalimat yang berfungsi melukiskan/mengambarkan keadaan dan peristiwa. Contoh : Namun dari sebelah kiriku bertiup bau keringat melalui udara yang dialirkan dengan kipas koran.
d.      Bahasa tidak baku dan tidak formal.
Penulis menggunakan bahasa yang tidak formal karena cerita pendek mengisahkan kehidupan sehari-hari. Bahasa tidak formal membuat cerita pendek terasa lebih nyata.





Source :
http://www.academia.edu/8340569/MATERI_B._IND_kelas_XI_STRUKTUR_dan_KEBAHASAAN_CERPEN
http://studentshareid.blogspot.co.id/2015/04/ciri-kebahasaan-teks-cerpen.html



Tasya Marliani
XI MIPA 2

0 comments:

Post a Comment