Tuesday, 1 April 2014

pratikum larutan elektrolit dan non elektrolit

1.      Judul Percobaan          :           LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

2.      Tujuan Percobaan        :           Membedakan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

3.      Teori Singkat               :

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut non elektrolit.

Kemampuan elektrolit menghantarkan arus listrik dalam larutannya disebabkan oleh adanya ion – ion yang dihasilkan dari reaksi ionisasi elektrolit dalam air.


Reaksi umum ionisasi dapat dituliskan sebagai berikut :

AxBy (s) x Ay+ (aq) + yB x- (aq)

Reaksi ini tidak dapat terjadi pada non elektrolit, di mana proses pelarutan pada non elektrolit hanya proses pelarutan biasa, yang tidak disertai proses ionisasi.
Misalnya :

C6H12O6 (s)  C6H12O6 (aq)

Semakin besar kemampuan elektrolit terionisasi, semakin banyak jumlah ion yang dihasilkan dari reaksi ionisasi, maka akan semakin kuat daya hantar listrik yang dihasilkan.

Elektrolit yang terionisasi sempurna atau mendekati sempurna dan memiliki daya hantar listrik kuat disebut elektrolit kuat, sedangkan elektrolit yang hanya terionisasi sebagian dan memilliki daya hantar lemah disebut elektrolit lemah.



Untuk membedakan larutan elektrolit kuat dan non elektrolit, dilakukan uji elektrolit yaitu dengan mengalirkan arus listrik ke dalam larutan. Perbedaan dapat dilihat dari menyala tidaknya lampu pada alat uji atau ada tidaknya gas pada kedua elektroda yang digunakan.

Larutan elektrolit kuat menghasilkan gas pada kedua elektrodanya, dan dapat menyalakan lampu.
Larutan elektrolit lemah tidak dapat menyalakan lampu, tetapi menghasilkan gas pada kedua elektrodanya.
Larutan non elektrolit tidak dapat menyalakan lampu atau menghasilkan gas pada elektroda.

4.      Alat dan Bahan           :
a)      Alat yang digunakan :
§  1 set alat uji elektrolit.
§  3 buah gelas kimia 100ml.

b)      Bahan yang digunakan :
§  Larutan NaCl.
§  Larutan CH3COOH.
§  Larutan sukrosa.

5.      Langkah Kerja                        :
a.       Masukkan 50 mL larutan NaCl, CH3COOH, dan sukrosa masing – masing ke dalam gelas kimia 100 mL.
b.      Rangkailah alat uji elektrolit sebagaimana gambar :










c.       Masukkan elektroda berturut – turut ke dalam larutan NaCl, CH3COOH, dan sukrosa.(sebelum elektroda dimasukkan ke dalam larutan, elektroda harus dalam keadaan netral dan kering).

d.      Amati perubahan yang terjadi pada elektroda dan lampu.
6.      Pengamatan                 :

Hasil Pengamatan
No
Larutan
Pengamatan
Keterangan
Lampu
Elektroda
1
NaCl
Menyala
Banyak gelembung
Elektrolit  Kuat
2
CH3COOH
Tidak Menyala
Ada Gelembung
Elektrolit Lemah
3
Sukrosa
Tidak Menyala
Tidak Ada Gelembung
Non Elektrolit


7.      Kesimpulan :

1.      Larutan NaCl yang dialiri arus listrik memiliki banyak  gelembung dan lampu menyala terang. Ini menunjukkan bahwa larutan NaCl termasuk elektrolit kuat.
2.      Larutan CH3COOH yang dialiri arus listrik memiliki sedikit gelembun g dan lampu tidak menyala. Ini menunjukkan bahwa larutan CH3COOH termasuk elektrolit lemah.
3.      Larutan sukrosa  yang dialiri arus listrik tidak terdapat gelembung dan lampu tidak menyala. Ini menunjukkan bahwa larutan sukrosa termasuk larutan non elektrolit.

0 comments:

Post a Comment